Sebagai mahasiswa asing yang lama tak menikmati bagaimana rasa kasih sayang ibu pertiwi sebagaimana rasa kangennya pada ibu yang telah melahirkan kita. Rasanya tak di bisa di ungkapkan, namun bertepatan dengan hari perayaan kemerdekaan Indonesia yang kami adakan di bumi sakura tanggal 20 Agustus 2016. Sangat mengobati kerinduan kami pada tanah kelahiran Indonesia.
Beberapa minggu kami berfikir mengumpulkan orang-orang Indonesia untuk bisa memeriahkan hari kemerdekaan ini. Tidak hanya Mahasiswa asing yang tergabung dalam PPI komsat shizuoka tetapi juga Organisasi Masyarakat Indonesia di Jepang. Dan tiba saatnya pada hari yang kami nantikan. Dirgahayu Indonesia Ku di belahan bumi manapun kami berjuang Kau tetap kami banggakan.
Mengusung tema dari kami dari Panitia – PPI Shizuoka , Jepang – “Mari Bangkitkan Jiwa Nasionalisme dari Negeri Sakura, untuk pulang dan Membangun Bangsa”. Menjadikan acara ini sebagai motivasi kedepan agar seluruh putra-putri bangsa Indonesia selalu terpateri bahwa Indonesia kita adalah Negara yang berdiri karena kehebatan para Nasionalis dengan Jiwa pejuang yang tinggi.

Satu hal yang sangat sakral dari acara ini adalah Upacara bendera, betapa tidak upacara yang setiap tahunnya wajib bagi warga Indonesia sebagai bentuk kecintaan nya terhadap Indonesia. Orang jepang yang datang pun ikut menghormati sang saka Merah putih ketika di kibarkan di tanah Jepang ini.

Acara perayaan kemerdekaan yang di adakan di Nakajima koen Hamamatsu dengan lahan yang bisa menampung banyak nya pengunjung yang datang. Sehingga berbagai acara bisa bebas kami selenggarakan dari Bazar acara live music, hingga perlombaan yang melibatkan seluruh mengunjung yang ada.

Senyum bahagia canda tawa saat hari itu membuat panitia ikut semangat memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Kesan yang penulis rasakan saat berbincang dengan pengunjung terutama orang jepang saat mengetahui acara seperti ini serentak di adakan oleh seluruh warga Indonesia di manapun berada mereka saat terkagum-kagum dan luar biasa nya kerjasama yang di perlihatkan untuk Indonesia. Berbaur dengan warga Indonesia menjadi pemandangan yang berkesan bagi kami.

Acara demi acara terlaksana dengan meriah. Tidak ketinggalan budaya daerah nan indah menarik semua pengunjung untuk menikmati tarian-tarian yang ada. Hingga media local meliputnya dan menulis artikel khusus di Koran Jepang Shizuoka. Kami pun bangga bisa menghadirkan budaya Indonesia di tengah-tengah perayaan kemerdekaan Indonesia di tanah sakura ini.

Tidak lengkap rasanya apabila salah satu symbol Indonesia di bidang kuliner tidak kami hadirkan, maka dari itu perlombaan yang terdiri dari beberapa grup telah menghasilkan karya Nasi tumpeng yang luar biasa cantik, tidak hanya cantik dalam penampilan luar nya saja nasi tumpeng itupun ludes seketika setelah di nilai oleh para pengunjung. Ya untuk menilai mana yang pantas sebagai juara pengunjunglah yang memberi kan apresiasi semakin banyak yang memilih, itu lah nasi tumpeng yang menjadi juara. Dengan bahan-bahan yang sudah di siapkan dari rumah dan selama 1 jam di hias di lokasi.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawan nya , bukan begitu..? maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa yang membawa tongkat estafet para pahlawan yang sudah mendahului kita, sudah sepantasnya meneruskan perjuangan para pahlawan kita. Tidak lagi mengangkat senjata namun seperti kata Presiden pertama kita Sukarno “Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.” Ya dengan bidang kita masing-masing berjuang menggapai mimpi untuk menbanggakan Indonesia di mata dunia.

Indonesia tidak hanya tergantung dari siapa presiden nya, Indonesia bisa besar karena peran aktif warga yang mempunyai semangat persatuan dan kesatuan bersama-sama membangun bangsa ini. Saling dukung , gotong royong seperti yang di ajarkan oleh para pendahulu kita. Presiden Soekarno pun pernah berkata dalam pidato nya “Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.” Ayo seluruh warga Indonesia hilangkan rasa perbedaan dan bangkit kita bersama!
Recent Comments